Sistem Politik Otokrasi Tradisional
1. Kebaikan Bersama
Faktor kebaikan bersama menyangkut pemahaman mengenai dua hal, yaitu persamaan dan kebebasan politik individu. Selain itu, ada pula perbandingan dua hal berikut ini, yakni kebutuhan materiil dengan moril dan kolektivisme dengan individualism.
2. Identitas Bersama
Faktor yang mempersatukan masyarakat dalam sistem politik ialah factor primordial, seperti suku bangsa, ras, dan agama.
3. Hubungan Kekuasaan
Kekuasaan dalam sistem ini cenderung bersifat pribadi, negative, dan sebagaian kecil lagi bersifat consensus. Otokrat biasanya ialah seorang raja, sultan, atau emir yang tak hanya mempunyai peranan simbolis yang tinggi, tetapi juga kekuasaan nyata karena ia merupakan personifikasi identitas bersama, dan lembaga-lembaga politik yang ada.
4. Legitimasi Kewenangan
Kewenangan otokrat bersumber dan berdasarkan tradisi. Ia memiliki kewenangan karena ia merupakan keturunan dari pemimpin terdahulu. Para pendahulunya dipandang oleh masyarakat sebagai orang yang harus memerintah karena asal-asal dan kualitas pribadianya.
5. Hubungan Ekonomi dan Politik
Di samping terdapat jurang politik (kekuasaan) yang lebar antara penguasa dan penduduk di pedesaan, dalam sistem otoraksi tradisional inipun terdapat jurang yang lebar dalam ekonomi, yaitu antara otokrat dan kelompok kecil elit penguasa yang mengitarinya, yang tak memiliki apa-apa selain tenaga mereka.
Sistem Politik Totaliter
Sistem politik totaliter sangat menekankan consensus total di dalam masyarakatnya tetapi konflik total pula dengan musuhnya di dalam negeri maupun di luar negeri. Namun, untuk mencapai consensus total tidak hanya dilakukan dengan indoktrinasi ideologi, tetapi juga dengan pelaksanaan kekuasaan paksaan yang luas dan mendalam.
Komunis
1. Kebaikan Bersama
Sistem ini ditandai dengan prinsip sama rata sama rasa dalam bidang ekonomi, dan sekularisme yang radikal agama digantikan dengan ideologi komunis yang bersifat doktriner dan eskatologis.
2. Identitas Bersama
Faktor sacral yang mempersatukan masyarakat dalam sistem ini ialah ideologi yang bersifat doktriner dan eskatologis.
3. Hubungan Kekuasaan
Kekuasaan dalam sistem ini dimonopoli dan dilaksanakan secara sentral dengan partai tunggal. Kekuasaan peksaan yang dilaksanakan oleh militer dan polisi rahasia lebih menonjol daripada kekuasaan consensus.
4. Legitimasi Kewenangan
Dasar kewenangan pemimpin dalam sistem ini berupa peranan mereka sebagai ideologi, yaitu penafsir dan pelaksana ideologi yang bersifat doktriner, dan eskatalogis.
5. Hubungan Politik dan Ekonomi
Pemerintah yang dikelola oleh partai mengendalikan kegiatan ekonomi dalam koordinasi unit ekonomi maupun dalam pengadaan barang dan jasa.
Sistem Politik Demokrasi
1. Kebaikan Bersama
Persamaan kesempatan politik bagi setiap individu dijamin dengan hukum. Setiap individu memiliki kebebasan untuk mengejar tujuan hidupnya. Sistem ini menekankan pada persamaan kesempatan ekonomi daripada pemerataan hasil oleh pemerintah.
2. Identitas Bersama
Faktor yang mempersatukan masyarakat dalam sistem politik demokrasi ialah bersatu dalam perbedaan. Contohnya, Bhinneka Tunggal Ika untuk Indonesia dan Unity in Diversty untuk Amerika Serikat. Artinya, pada satu pihak penduduk tetap mempertahankan keterikatan dengan setiap subkultur, seperti suku, daerah, ras, agama, dan adat-istiadat.
3. Hubungan Kekuasaan
Dalam sistem politik demokrasi terdapat distribusi yang relative merata di antara kelompok sosial dan lembaga pemerintahan. Persaingan dan saling kontrol di antara pusat-pusat kekuasaan akan melahirkan konflik, sedangkan kesadaran dan kesepakatan akan melahirkan consensus.
4. Legitimasi Kewenangan
Prinsip kewenangan dan legitimasi dalam sistem ini bersifat procedural (rule of law) yang diatur dalam konstitusi.
5. Hubungan Politik dengan Ekonomi
Berdasarkan koordinasi unit ekonomi maupun dalam pemilikan barang dan jasa, pemerintah dan swasta ikut ambil bagian secara aktif sesuai dengan setiap porsinya. Artinya, di samping mekanisme pasar dibiarakan mengatur kegiatan ekonomi, tetapi dalam hal-hal yang menyangkut hidup orang banyak pemerintah ikut mengatur dan mengarahkan kegiatan ekonomi, redistribusi, dan pengadaan barang dan jasa.
Negara Berkembang
Pemerintah (eksekutif) sangat berperan dalam mengembangkan identitas sersam dan merumuskan kebaikan bersama maupun dalam melakukan pembangunan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Kekuasaan pemerintah dan campur-tangan pemerintah yang begitu luas dalam masyarakat pada satu pihak berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pada pihak lain menyebabkan kelompok politik, seperti partai, kelompok kepentingan dan media massa berperan sebagai pendukung saja.
Pendapat
Dari Model-model sistem politik yang telah dipaparkan tersebut merupakan model sistem politik yang menurut saya hanya sebagai titik acuan dalam memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi belumlah bisa memberikan semacam perubahan yang bisa memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara. Model sistem politik yang menurut saya bisa menjadi suatu perubahan di dalam mewujudkan perbaikan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah model sistem politik yang diterapkan oleh Nabi agung kita “Nabi Muhammad SAW” karena beliau telah berhasil dan terbukti bisa membawa kehidupan umat manusia dari jama jahiliyah menuju zaman Islamiyah yang bisa kita rasakan hingga saat saman modern ini.
makasih mass
BalasHapusya sama2..
Hapus